Senin, 18 Mei 2015

 
Sejarah Pangandaran


 
Pada awalnya Desa Pananjung Pangandaran ini dibuka dan ditempati oleh para nelayan dari suku sunda. Penyebab pendatang lebih memilih daerah Pangandaran untuk menjadi tempat tinggal karena gelombang laut yang kecil yang membuat mudah untuk mencari ikan. Karena di Pantai Pangandaran inilah terdapat sebuah daratan yang menjorok ke laut yang sekarang menjadi cagar alam atau hutan lindung, tanjung inilah yang menghambat atau menghalangi gelombang besar untuk sampai ke pantai. Di sinilah para nelayan menjadikan tempat tersebut untuk menyimpan perahu yang dalam bahasa sundanya disebut andar setelah beberapa lama banyak berdatangan ke tempat ini dan menetap sehingga menjadi sebuah perkampungan yang disebut Pangandaran. Pangandaran berasal dari dua buah kata pangan dan daran . yang artinya pangan adalah makanan dan daran adalah pendatang. Jadi Pangandaran artinya sumber makanan para pendatang.
Lalu para sesepuh terdahulu memberi nama Desa Pananjung, karena menurut para sesepuh terdahulu di samping daerah itu terdapat tanjung di daerah inipun banyak sekali terdapat keramat-keramat di beberapa tempat. Pananjung artinya dalam bahasa sunda Pangnanjung-nanjungna ( paling subur atau paling makmur)
Pada mulanya Pananjung merupakan salah satu pusat kerajaan, sejaman dengan kerajaan Galuh Pangauban yang berpusat di Putrapinggan sekitar abad XIV M.  setelah munculnya kerajaan Pajajaran di Pakuan Bogor.  Nama rajanya adalah Prabu Anggalarang yang salah satu versi mengatakan bahwa beliau masih keturunan Prabu Haur Kuning, raja pertama kerajaan Galuh Pagauban, namun sayangnya kerajaan Pananjung ini hancur diserang oleh para Bajo (Bajak Laut) karena pihak kerajaan tidak bersedia menjual hail bumi kepada mereka, karena pada saat itu situasi rakyat sedang dalam keadaan paceklik (gagal panen).
Pada tahun 1922 pada jaman penjajahan Belanda oleh Y. Everen (Presiden Priangan) Pananjung dijadikan taman baru, pada saat melepaskan seekor banteng jantan, tiga ekor sapi betina dan beberapa ekor rusa.
Karena memiliki keanekaragaman satwa dan jenis – jenis tanaman langka, agar kelangsungan habitatnya dapat terjaga maka pada tahun 1934 Pananjung dijadikan suaka alam dan marga satwa dengan luas 530 Ha.  Pada tahun 1961 setelah ditemukannya Bunga Raflesia padma status berubah menjadi cagar alam.
Dengan meningkatnya hubungan masyarakat akan tempat rekreasi maka pada tahun 1978 sebagian kawasan tersebut seluas 37, 70 Ha dijadikan Taman Wisata.  Pada tahun 1990 dikukuhkan pula kawasan perairan di sekitarnya sebagai cagar alam laut (470,0 Ha) sehingga luas kawasan pelestarian alam seluruhnya menjadi 1000,0 Ha.  Perkembangan selanjutnya, berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 104?KPTS-II?1993 pengusahaan wisata TWA Pananjung Pangandaran diserahkan dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam kepada Perum Perhutani dalam pengawasan Perum Perhutani Unit III Jawa Barat, Kesatuan Pemangkuan Hutan Ciamis, bagian Kemangkuan Hutan Pangandaran.

Oleh Oleh Khas Pangandaran

Oleh Oleh Khas Pangandaran - Pergi ke suatu tempat yang belum pernah kita kunjungi itu adalah hal yang sangat kita inginkan, seperti halnya para wisatawan, mereka selalu memburu tempat-tempat wisata yang menarik dan indah untuk mereka kunjungi. Dan setiap tempat wisata pasti memiliki ciri khas nya masing-masing, seperti halnya pangandaran, pangandaran mempunyai banyak ciri khas, salah satunya dari makan atau oleh-oleh yang bisa anda bawa kerumah untuk dibagi-bagikan kepada keluarga atau tetangga. Dan berikut ini Pangandaran Beach akan memberikan informasi tentang Makanan Khas Pangandaran.
1. Teri Belah Super
Teri Belah Super juga sangat bergizi dan mempunyai protein yang tinggi, jenis ikan asin ini diproses dengan cara alami, profesional, higenis. Di kemas dengan cara yang berbeda sehingga tidak menimbulkan bau saat di bawa dalam kendaraan.
2. Gula Merah
Gula merah adalah jenis gula yang dibuat dari nira, yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon keluarga palma, seperti kelapa, aren, dan siwalan. Gula merah yang dipasarkan dalam bentuk cetakan batangan silinder, dan di pangandaran sendiri kebanyakan gula merah dari kelapa, dan kebanyakan cetakan gula itu dari pohon bamboo ataw bahsa sundanya itu pohon awi.
3. Opak Mini
Nah makanan ini sangat tidak asing di pangandaran, makanan ini sangat popular, karena di pangandaran opak ini selalu menjadi makanan utama di setiap hajatan. 
Tetapi untuk Opak Mini yang akan menjadi oleh-oleh anda ini ukurannya berbeda dengan opak-opak lainnya,ukurannya lebih kecil dan lebih renyah. Rasa opak mini yang sangat gurih ini akan membuat para wisatawan merasa ketagihan.
4. Noga Kelapa Aroma jahe
Noga Kelapa Aroma jahe ini merupakan cemilan khas Pangandaran yang tentunya memiliki cita rasa khas Pangandaran. Makanan ini terbuat dari  kelapa yang di parut kasar dan di campur dengan jahe serta di tambah sedikit gula agar rasanya terasa lebih manis dan legit.
5. Pisang sale gulung atau Sale Roll
Makanan ini terbuat dari pisang rajasiyem yang dijemur hingga kering. Lalu dikupas tipis dan digulung dengan tepung. Bentuknya sebesar ibu jari tangan orang dewasa, dengan panjang 8 cm. Warnanya kuning kecoklat-coklatan. Makanan khas pan gandaran ini Rasanya manis dan renyah dan juga tanpa bahan pengawet.
6. Kerip
- See more at: http://www.beachpangandaran.com/2014/05/oleh-oleh-khas-pangandaran.html#sthash.gj7xw3Bd.dpuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar